oleh

Turunkan Sedimentasi Sungai, Program PLN Peduli Berhasil Tingkatkan Produktifitas Pembangkit Energi Baru Terbarukan 

Melalui program imbal jasa lingkungan, PLN Berhasil menurunkan laju sedimentasi di DAS Cengkaan sebesar 42 % yang berdampak pada produktifitas PLTA Besai

 

LAMPUNG BARAT– Program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) PLN Unit Induk Pembangkitan Sumatera Bagian Selatan (UIKSBS) telah membuahkan hasil. Melalui program yang melibatkan masyarakat di Lampung Barat, PLN berhasil menurunkan sedimentasi di aliran sungai PLTA Besai sebesar 42%.

PLN Unit Pengendalian Pembangkitan (UPDK) Bandar Lampung melalui PLTA Besai telah melaksanakan program imbal jasa lingkungan. Dengan melibatkan kelompok pertanian kopi Daerah Aliran Sungai (DAS) Cengkaan, Lampung Barat, program tersebut telah berjalan sejak 2019 – 2022.

General Manager PLN Unit Induk Pembangkitan Sumatera Bagian Selatan (UIKSBS), Djoko Mulyono menjelaskan program imbal jasa lingkungan ini merupakan program yang memberikan kesadaran kepada kelompok tani dan masyarakat sekitar bantaran sungai dan sub daerah aliran sungai tentang pentingnya keberlangsungan lingkungan.

“Melalui PLN Peduli, kelompok petani kopi menjalankan program yang bertujuan untuk menjaga lingkungan seperti penanaman pohon dan konservasi sipil teknis yang berdampak lahan gundul kembali hijau. Dengan kolaborasi tersebut hasilnya laju sedimentasi menurun ditekan sehingga suplai air pada PLTA Way Besai dapat optimal” jelas Djoko.

Air sebagai bahan baku dalam memproduksi listrik berperan sangat penting untuk menggerakan turbin PLTA. Semakin banyaknya sedimentasi yang masuk kedalam intake PLTA Besai akan menurunkan produktifitas pembangkit, sehingga laju sedimentasi pada aliran sungai harus dijaga lanjut Djoko.

Produksi listrik hijau dari PLTA Besai meningkat 125% dari 276,87 MW pada tahun 2021 menjadi 345,97 MW pada tahun 2022. Salah satu faktor peningkatan produksi listrik hijau tersebut antara lain kualitas air yang membaik dengan laju sedimentasi yang menurun lanjut Djoko.

Dalam Laporan Evaluasi Tingkat Konsentrasi Sedimentasi, Didik Kuswandi, S.TP.M.Si. selaku penanggung jawab laporan kegiatan evaluasi tingkat konsentrasi sedimentasi program peduli DAS sungai IV Tahun 2022 dari Politeknik Negeri Lampung menjelaskan terjadi penurunan laju sedimentasi DAS Sungai Cengkaan berkisar dari 257 gr/liter pada awal Januari 2020 menjadi 150 gr/liter di tahun 2022 pada debit air 1.600 liter/detik.

“Jika dibandingkan pada bulan Januari 2020 hingga tahun 2022, laju sedimentasi sebagian sudah tertahan oleh bangunan konservasi yang dibangun disepanjang sungai. Disamping itu, pembuatan tanaman konservasi berupa rumput strip sudah memberikan kontribusi terhadap penurunan sedimentasi” jelasnya.

Buah keberhasilan kolaborasi melalui program PLN Peduli yang melibatkan kelompok masyarakat, akademisi dan PLN telah membantu menjaga lingkungan. Dampak dari berkurangnya abrasi lahan pertanian mampu meningkatkan produktifitas lahan pertanian petani dan turunnya sedimentasi sungai sehingga suplai listrik EBT PLN makin andal. (nhb)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.