oleh

Shin Tae Yong Panggil Pemain Muda ke Timnas U-23

JAKARTA –  PSSI sudah mengumumkan 29 pemain untuk menjalani pemusatan latihan bersama Timnas Indonesia U-23 di Bali pada 3 Februari hingga 5 Februari mendatang. Pemusatan latihan digelar sebagai persiapan sebelum berjuang pada Piala AFF U-23 di Kamboja, 14 Februari 2022.

Shin Tae Yong yang dipercaya menakhodai Timnas Indonesia U-23 memanggil empat striker, yakni Hanis Saghara, Ronaldo Kwateh, Irfan Jauhari, dan Taufik Hidayat.

Tak ada kejutan dari empat striker yang dipanggil coach Shin. Sebab, mereka mulai rutin mendapat kesempatan tampil bersama klubnya. Beberapa di antaranya, bahkan pernah mengecap jersei senior Timnas Indonesia, yakni Ronaldo Kwateh dan Hanis Saghara.

Lantas, siapakah yang paling tajam di antara mereka berempat? Simak ringkasannya berikut ini.

Hanis Saghara, dibanding empat striker Timnas U-23 lainnya, Hanis mungkin yang paling berpengalaman. Pemuda 20 tahun itu sudah menjadi andalan sejak level U-19. Hanis juga sudah memiliki lima caps bersama Timnas senior. Dia, bahkan ikut dibawa coach Shin di gelaran Piala AFF 2020.

Namun, untuk urusan ketajaman, Hanis sejatinya belum begitu teruji. Di musim 2021/22, dia kurang mendapat menit bermain dari klubnya, Persikabo 1973. Total Hanis hanya memainkan lima laga dengan sumbangan satu gol. Begitu pun di Piala AFF 2020, dari empat kali turun, Hanis tidak sekalipun membobol gawang lawan.

Kemudian, Taufik Hidayat menjadi pemain yang mulai mendapat kepercayaan dari klubnya, Persija Jakarta. Musim ini dia memainkan 16 laga dengan sumbangsih satu gol.

Kontribusi golnya memang terbilang minim bersama Persija. Namun, hal itu terjadi karena Taufik beberapa kali tidak tampil penuh. Untuk level Timnas, Taufik melakukan debutnya di kategori U-23. Kini dia sudah mengoleksi empat caps dengan sumbangan satu gol.

Lalu ada Irfan Jauhari, mulai dikenal publik pada 2019 lalu saat tergabung dalam skuad Indonesia U-20 yang melakoni turnamen internasional di Bali. Kala itu, Irfan berhasil membobol gawang sejumlah tim junior elite dunia, seperti Real Madrid dan Arsenal. Pemuda 21 tahun itu keluar sebagai top skor di turnamen itu, sejajar dengan Lancho dan Gudjohson (Real Madrid) serta Sam Greenwood (Arsenal).

Musim ini, Irfan sempat membela Persis Solo dan mengantar klub tersebut promosi ke Liga 1. Dia memainkan 11 laga serta menyumbang satu gol bagi klub kebanggaan Pasoepati itu.

Terakhir, Ronaldo Kwateh menjadi sensasi tersendiri di musim 2021/22. Saat ini, namanya tercantum sebagai pemain termuda yang melakukan debut bersama Timnas senior. Pada usia 17 tahun, pemuda keturunan Indonesia-Liberia ini sudah mendapat kesempatan langka bergabung dengan Timnas Indonesia.

Penampilan Kwateh juga tidak mengecewakan karena dia mengemas satu assist bagi gol Ricky Kambuaya saat Timnas menang 4-1 atas Timor Leste, Kamis (27/1). Kwateh memang belum memberikan kontribusi gol bagi timnya, Madura United. Namun, lain cerita di Timnas Indonesia U-18. Dia perncah mencetak empat gol saat Garuda Muda melakoni dua uji coba di Turki. (rel)

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.