oleh

Pemilu Serentak 2 Tahun Lagi Tapi Dinamikanya Mulai Ramai

PALEMBANG – Pemilu serentak, akan dihelat 2 tahun, terkhusus Pileg dan Pilpres. Tapi atmosfir plus dinamikanya mulai ramai juga hangat diperbincangkan. Termasuk upaya penggadangan maupun puzzle game menuju arena kontestasi presiden.

Dalam konteks ini, riuh upaya framing Anis – AHY dalam acara pelantikkan DPD Partai Demokrat DKI Jakarta. Dimana dalam acara itu, pengurus serta audiens menyebutkan Anis – AHY akan menjadi icon duet maut dipilpres nantinya.

Secara sensasional sesaat ya sah dan wajar saja, mengapa? Karena diasumsikan sebagai bakal Paslon alternatif yang “berbeda” dengan kekuatan politik pemerintah saat ini.

Tapi sesungguhnya, ajang acara seremonial tersebut, secara “cerdas juga cerdik ” dijadikan moment saling “memanfaatkan” antara pengurus DPD PD DKI Jakarta & Anis sebagai salah satu bakal capres yang masuk etalase politik dalam pemilu nanti. Kenapa Saya katakan saling memanfaatkan?

Bagi PD DKI Jakarta sosok Anis efektif dijadikan simbol vote getter dalam Pileg untuk Dapil DKI Jakarta ,walau konsekuensinya ada Parpol yg terkena imbasnya yakni PKS,akan berkurang perolehan kursinya, karena figur & hubungan emosional Anis selama ini sangat manis dengan PKS , terkhusus diIbukota Jakarta.

Sedangkan bagi Anis, beliau butuh dukungan dari beragam kekuatan serta kelompok politik maupun kemasyarakatan manapun, termsuk Partai Demokrat. Apalagi Anis bukan tokoh atau elite Parpol. Sama seperti Ridwan Kamil, Gub.Jabar yang beberapa hari sebelumnya massif dipublish melakukan aktifitas bersama.

Intinya saling memanfaatkan, kalo bisa , idealnya saling menguntungkan.

Akan tetapi, yang paling penting dipahami sekaligus disarankan, adalah bagaimana PD secara Nasional mampu beranjak mereposisi keberadaan atau perolehan kursi legislatifnya, dari papan tengah bawah, menjadi papan tengah atas. Dimana, dari beragam rilis survei, papan atas masih bercokol PDIP, Gerindra, Golkar dan PKB. Kepada Anis, disarankan untuk lebih giat lagi melakukan komunikasi atau lobby2 terhadap elite parpol, supaya memperoleh akumulasi dukungan minimal 20% dari jumlah Kursi diDPR RI, sehingga dapat lolos sebagai Paslon capres 2024.

Bila tidak, ya…diharap bersabar ..dan melakukan “kerja politik” lagi sampai dengan thn 2029.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.