oleh

Terancam Punah, PLN Peduli Dukung Pelestarian Gajah Sumatera

Dalam upaya pelestarian fauna di SM Padang Sugihan Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan, PLN dengan Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) melakukan penggiringan populasi gajah dengan membuat pusat latihan gajah

 

PALEMBANG – Upaya pelestarian Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatrensis) yang habitatnya saat ini terancam terus dilakukan. Salah satunya seperti yang dilakukan oleh PLN UPDK Keramasan yang melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Sesuai dengan tranformasi PLN Green, kegiatan ini menunjukan bukti nyata PLN dalam menjalankan bisnis dengan berwawasan lingkungan. Melalui konservasi gajah Sumatera, PLN berkomitmen menjaga kelestarian keanekaragaman hayati yang memiliki tingkat keterancaman tinggi.

Bantuan diserahkan oleh Manager PLN UPDK Keramasan, Erwin Andy Herlambang kepada Kepala Urusan Umum & Perlengkapan BKSDA Sumsel, Purnasari. Melalui PLN Peduli, PLN menunjukan komitmen untuk melakukan penggiringan populasi gajah dengan membangun Barak Pawang dan Fasilitas Medis Pemeliharaan Gajah di Pusat Latihan Gajah (PLG) Padang Sugihan, Banyuasin.

“Ini kerjasama di tahun kedua terkait konservasi Gajah Sumatera yang diharapkan dapat dilakukan secara berkelanjutan. Ke depan tidak cuma Gajah kami berharap ini dapat pula dikembangkan ke satwa dan flora lain terutama yang dilindungi agar tidak punah,” imbuh Erwin.

Lebih jauh, Erwin menyampaikan jika program TJSL yang dilaksanakan oleh PLN UPDK Keramasan ini sebagai wujud komitmen sekaligus ingin menunjukkan kepedulian kepada masyarakat. Dirinyapun berharap dengan bantuan yang diberikan ini akan membuat kerja dari BKSDA Sumsel lebih ringan. Dan diharapkan hal ini akan menjadi stimulus bagi pihak-pihak lain yang ingin membantu program konservasi Gajah ini agar tetap berjalan sebagaimana mestinya.

Sementara itu, Plt.Kasubag Umum BKSDA Sumsel, Purnasari menjelaskan tujuan kerjasama ini dalam rangka penguatan pengelolaan PLG Padang Sugihan. Dimana, saat ini terdapat sebanyak 28 ekor Gajah Sumatera jinak yang di konservasi.

“Kerjasama dengan PLN UPDK Keramasan ini di tahun kedua dari lima tahun yang direncanakan. Berupa pembangunan barak bagi pawang Gajah dan untuk penyediaan peralatan serta perlengkapan medis khusus bagi perawat atau pawang Gajah,” jelas Purnasari didampingi M Hafidz Zyen selaku Analisis Perencanaan Evaluasi dan Pelaporan BKSDA Sumsel.

Tujuan dari dilaksanakannya program ini adalah melestarikan fauna di SM Padang Sugihan dan mengembangkan ekowisata di Provinsi Sumatera Selatan. Dengan berkembangnya ekowisata tersebut tentu dapat meningkatkan pendapatan dan taraf hidup masyarakat sekitar. (mnn)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed