oleh

Ciptakan Operasional Perusahaan yang Bewawasan Lingkungan, PLN Gelar Pelaksanaan Penyusunan Program Kedaruratan Limbah B3 dan Non B3

Program tersebut bertujuan untuk menyusun dokumen panduan program kedaruratan limbah B3 dan Non B3 diseluruh proses bisnis PLN sebagai bentuk mitigasi risiko pencemaran lingkungan

 

PALEMBANG – Sesuai dengan aspirasi Green, dimana PLN berkomitmen menciptakan operasional perusahaan yang berwawasan lingkungan. Dalam proses pembangkit dan penyaluran listrik dihasilkan limbah Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (limbah B3) dan non B3, dimana pengelolaan limbah tersebut harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Bertempat diruang auditorium Sriwijaya PLN UIK Sumbagsel, PLN menggerar Pelaksanaan Penyusunan Program Kedaruratan Limbah B3 dan Non B3 yang diikuti oleh seluruh unit induk pembangkitan, unit induk pembangkitan dan penyaluran serta beberapa anak perusahaan PLN.

Dalam sambutannya Direktur Pemulihan Kontaminasi dan Tanggal Darurat Limbah B3 KLHK, Haruki Agustina mengapresiasi inisiatif dari PLN menyelenggarakan kegiatan penyusunan dokumen kedaruratan limbah B3 & NonB3 ini.

Mengingat PLN menjadi BUMN kedua yang memiliki inisiatif menyusun program kedaruratan ini. Beliau menjelaskan bahwa program kedaruratan limbah B3 & NonB3 merupakan kewajiban bagi setiap perusahaan sesuai amanat PP No. 22 Tahun 2021 dan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 74 Tahun 2019.

Dikesempatan yang sama General Manager PLN UIKSBS, Djoko Mulyono menjelaskan pengelolaan lingkungan yang baik terus dikampanyekan oleh Direktur MSDM, bapak Yusuf Didi Setiarto melalui EVPK3L, pak Komang Parmita kepada kami para General Manager, khususnya para General Manager Pembangkitan.

“Di PLN, proses bisnis pembangkitan memiliki potensi limbah B3 yang lebih banyak dan bervariasi dibandingkan di Distribusi dan Transmisi. Sehingga membutuhkan concern pengelolaan limbah B3 yang lebih besar, salah satunya adalah dengan menyediakan program kedaruratan limbah B3 dengan harapan, dengan program kedaruratan yang baik, risiko pencemaran ke lingkungan jauh berkurang,” tuturnya.

Diakhir sambutannya, Djoko mengharapkan agar penyusunan program kedaruratan limbah B3 & NonB3 ini, dapat menjadi acuan bagi PLN Group di pembangkitan dalam mengendalikan risiko pencemaran lingkungan limbah B3 & NonB3.

Acara yang berlangsung selama 2 hari tersebut dimanfaatkan untuk melakukan capacity building kedaruratan limbah B3 dan Non B3 dan penyusunan dokumen kedaruratan limbah B3 dan Non B3 bagi pembangkit – pembangkit di PLN Group. (dnn/rel)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed